(Analisa/istimewa) DIABADIKAN: Ketua FKP Alween Ong (tengah berjilbab), Rachmi Novianti (Markisa Noerlen), bersama perwakilan Young Enterpreneur Association Singapore (Singapura), dan SMEs Yong Enterprenerus Association (Thailand) dan Myanmar, usai menandatangani MoU, Rabu (13/7) di Singapura.

Wirausahawan Medan Jalin Mitra dengan Singapura dan Thailand

Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) asosiasi wira­­usaha muda tiga negara, Rabu (13/7) di Singapura. Setelah MoU ini, para wirausahawan, khususnya Singapura, Thailand, dan Indonesia dipastikan bisa me­nembus pasar Asean dengan kondisi yang lebih aman (secure) dari sebe­lumnya.

Ketua FKP, Alween Ong, saat diwa­wan­carai melalui pesan singkat, Kamis (14/7) menyebutkan, di era Masyarakat Eko­nomi Asean (MEA) ini, perlu lang­kah yang lebih baik dalam hal secure bagi para wirausaha. “Kemarin, Rabu 13 Juli 2016, FKP tanda tangani kese­pa­katan (MoU) di tiga asosiasi, yakni FKP (Indonesia), Young Enterpreneur Association Singapore (Singapura), dan SMEs Yong Enterprenerus Asso­cia­tion (Thailand). Langkah ini akan memb­erikan secure bagi member di tiga negara ASEAN,” ujarnya.

Kesepakatan ini berupa ikatan antar­tiga negara terkait kegiatan tiga aso­sia­si untuk memfasilitasi para member memasuki pasar negara di dalamnya. “Sejalan MEA, kegiatan ini menjadi kabar baik bagi para wirausahawan, khususnya enterpreneur di tiga negara ASEAN. Diharapkan, bisa memberi­kan fasilitasi bagi wirausaha muda un­tuk menembus pasar tersebut. Artinya, ini kabar baik bagi member, tentu lebih secure, baik dalam hal fasilitasi, peri­zinan, investor, juga bisa saling sharing kondisi lokal,” jelasnya.

Nantinya, ada outlet di tiga negara de­ngan produk-produk kewira­usa­haan. “Startnya per 13 Juli 2016 dan akan ada outlet bersama di Indo­nesia, Thai­land dan Singapura.

Pro­duk-pro­duk kewirausahaan tersebut akan mu­dah masuk antartiga negara itu.

‘Lalu lintas’ produk wirausaha juga sama, bia­sanya menggunakan kapal atau pe­sawat,” katanya.

Tanpa Bantuan Pemerintah

Meski sepenuhnya tanpa bantuan pe­merintah, tegasnya, FKP tetap beru­saha membuka ‘kanal’ bagi wirausaha muda di negeri ini. “Tak hanya lokal tapi juga internasional. Semua member ini ada di asosiasi wirausaha muda, se­jalan dengan tagline FKP juga, ‘mu­da, bersahabat, peduli, bersatu mem­ba­­ngun perekonomian negeri,” ujarnya.

FKP merupakan forum bagi enter­preneur muda dengan tanpa batasan pro­duk yang dihasilkan. “FKP juga ada di daerah, misalnya Sumut atau pro­vinsi dan kabupaten/kota lainnya. Se­mua pro­duk dipasarkan, tanpa bata­san, kecuali yang melanggar hukum,” akunya.

Dia berharap, ke depan, para wira­usahawan harus bergegas untuk ber­benah sebagai kunci menempuh pasar in­ternasional. “Berbenah dari segi pro­duk, legalitas, dan mental kewira­usa­haan. Ke depan, akan bertambah lagi ne­gara yang bergabung, yakni Myan­mar,” jelasnya.

Publikasi: Harian Analisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*