ASPPI Sumut Kunjungi Rumah Markisa Noerlen

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumut mengunjungi Rumah Markisa Noerlen sebagai apresiasi kepada pelaku UKM Medan.

ASPPI memberikan apreasi dan dukungan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti industri rumah tangga dan kerajinan lokal, dalam hal pengembangan industri pariwisata. Sinergi antara pelaku pariwisata dan pelaku industri lokal, seperti kuliner dan kerajinan (handicraft) akan memberikan dampak ekonomi yang saling menguntungkan (mutualisme).

Demikian dikatakan Ketua ASPPI Sumut Mercy Panggabean saat mengunjungi Rumah Markisa Noerlen di Jalan Sei Tuan No 7 Medan, Jumat (15/9), bersama sejumlah pelaku pariwisata di Sumatra Utara. Kunjungan tersebut, jelas Mercy yang merupakan pemilik perusahaan biro perjalanan Wesly Tour, merupakan apresiasi mereka terhadap Rumah Markisa Noerlen yang sejauh ini sudah turut memberikan kontribusi terhadap industri pariwisata di Sumut, khususnya di Medan.

“Khusus Medan misalnya, mungkin sudah tak asing dari dulu kalau Medan itu paling begitu-begitu saja, ke Pajak Ikan Lama kalau mau belanja dan ke tempat-tempat wisata yang masih itu-itu saja. Sekarang, dengan adanya Rumah Markisa Noerlen ini, muncul warna baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan.

Mereka dapat mengunjungi dan melihat langsung proses pembuatan salah satu oleh-oleh khas Medan, yaitu markisa, yang terbilang unik. Karena tidak semua pelaku usaha mau melakukan semacam ini,” terang pengusaha yang akrab disapa Bu Ecy itu.

Kunjungan itu, sebutnya, diharapkan akan membuka peluang kerjasama yang saling mengunntungkan antara para pelaku usaha pariwisata yang bergabung di ASPPI dengan para pelaku UKM, kerajinan maupun industri rumah tangga lokal. Hal ini diharapkan juga akan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata yang belakangan ini mengalami kelesuan.

Sementara itu, pemilik Rumah Markisa Noerlen Rachmi Novianti mengaku sangat antuasias dengan dukungan ASPPI Sumut terhadap pelaku UKM di Medan karena sinergi itu akan memberikan efek positif bagi perkembangan industri pariwisata.

“Saya akui sejauh ini Rumah Markisa Norlen sudah banyak mendapatkan dukungan dari para pelaku pariwisata di Sumut dengan membawa tamu-tamunya ke sini. Ini menunjukkan adanya kerjasama yang baik, semoga ke depan kerjasama ini terus berlanjut,” kata Rachmi yang akrab disapa Mimi itu.

Dikatakannya, usaha Noerlen yang dulunya hanya fokus ke penjualan sirup markisa, dalam beberapa tahun ini melirik pariwisata sebagai peluang yang masih sangat terbuka luas. Dari sana pun dia mengembangkan usahanya menjadi rumah edukasi pembuatan sirup markisa yang juga terbuka untuk wisatawan, bahkan kalangan akademisi dan dewan kerajinan dari berbagai daerah untuk keperluan studi banding.

Dijelaskannya, berkat dukungan para pelaku biro perjalanan di Medan, belakangan semakin banyak tamu grup wisata yang berkunjung ke Rumah Noerlen, rata-rata empat hingga lima grup dalam sepekan. Belum termasuk kunjungan-kunjungan langsung melalui promosi yang dilakukan melalui media sosial Facebook.

Wakil Ketua ASPPI Sumut Melina Efi Zahra menambahkan, pelaku usaha lokal seperti kuliner, kerajinan dan sejenisnya merupakan mitra industri pariwisata yang harus digandeng. Tak heran bila ASPPI kerap mengunjungi para pelaku usaha UKM untuk menjalin kerjasama.

“Mereka adalah mitra ASPPI karena tanpa mereka pariwisata akan berjalan sendiri. Karena itu ASPPI selalu menggandeng mereka dalam setiap kesempatan, misalnya promosi pariwisata Sumut ke luar maupun wisatawan yang berkunjung ke Sumut,” terangnya. (Dikutip dari harian MedanBisnis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*